Pernahkah kamu terus menerus kepikiran satu tugas yang belum terselesaikan? Padahal saat itu juga sedang menyelesaikan tugas yang lain.
Misalnya sedang belajar matematika, lalu berhenti di tengah
jalan karena ada urusan lain. Anehnya, soal yang belum selesai itu justru terus
teringat di kepala. Bahkan saat melakukan aktivitas lain, pikiran masih kembali
ke soal tadi. Rasanya seperti ada hutang yang belum dibayarkan.
Meskipun umum terjadi pada banyak orang, fenomena ini
ternyata bukan sekadar perasaan biasa. Dalam dunia psikologi, kondisi tersebut
dikenal sebagai Zeigarnik Effect. Efek ini menjelaskan mengapa tugas
yang belum selesai cenderung lebih mudah diingat dibandingkan tugas yang sudah
selesai.
Bagi pelajar, memahami konsep ini bisa menjadi kunci untuk
belajar lebih efektif. Karena terkait dengan bagaimana otak bekerja ketika
menghadapi pekerjaan yang belum tuntas.
Apa Itu Zeigarnik Effect?
Zeigarnik Effect berasal dari penelitian seorang psikolog
asal Rusia bernama Bluma Zeigarnik pada tahun 1920-an. Ia menemukan bahwa
manusia lebih mudah mengingat pekerjaan yang belum selesai dibandingkan
pekerjaan yang sudah tuntas.
Awalnya, penelitian ini terinspirasi dari pengamatan
sederhana di sebuah restoran. Para pelayan restoran mampu mengingat pesanan
pelanggan yang belum dibayar dengan sangat detail. Namun setelah pesanan
dibayar dan selesai, ingatan tentang pesanan tersebut cepat sekali hilang.
Dari situ muncul sebuah kesimpulan menarik. Otak manusia
cenderung menyimpan informasi tentang tugas yang belum selesai sebagai bentuk
“tegangan mental”. Tegangan ini membuat pikiran terus mengingat pekerjaan
tersebut sampai benar-benar diselesaikan.
Itulah sebabnya tugas yang tertunda sering terasa mengganggu
pikiran.
Mengapa Otak Bersikap Seperti Ini?
Secara sederhana, otak menyukai sesuatu yang selesai. Ketika
sebuah aktivitas terhenti di tengah jalan, muncul semacam dorongan internal
untuk menuntaskannya.
Bayangkan membaca novel yang ceritanya berhenti tepat di
bagian paling menegangkan. Rasa penasaran langsung muncul. Pikiran ingin segera
mengetahui kelanjutan cerita.
Hal yang sama juga terjadi saat kita sedang belajar.
Ketika sebuah latihan soal berhenti di tengah proses pengerjaan, otak merasa ada bagian yang belum lengkap. Perasaan ini memicu fokus dan perhatian untuk kembali menyelesaikannya. Dengan kata lain, tugas yang belum selesai menciptakan semacam “pengingat alami” di dalam pikiran.
Dampak Zeigarnik Effect dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar, Zeigarnik Effect bisa menjadi pedang
bermata dua. Di satu sisi, efek ini membantu meningkatkan daya ingat. Namun di
sisi lain, jika terlalu banyak tugas yang tertunda, pikiran justru bisa menjadi
penuh.
Berikut beberapa dampak yang sering terjadi pada pelajar.
1. Materi yang belum dipahami lebih mudah diingat
Saat menemui soal yang sulit, pikiran cenderung terus
memikirkannya. Hal ini sebenarnya membantu otak untuk memproses informasi lebih
dalam.
Sering terjadi ketika baru menemukan cara penyelesaian
setelah beberapa waktu berlalu. Otak tetap bekerja di balik layar.
2. Rasa penasaran bisa meningkatkan fokus
Ketika belajar dihentikan di bagian yang menarik, rasa
penasaran membuat sesi belajar berikutnya terasa lebih mudah dimulai.
Banyak guru dan tutor sengaja meninggalkan sedikit
“cliffhanger” dalam pembelajaran agar siswa tetap penasaran.
3. Terlalu banyak tugas tertunda bisa menimbulkan stres
Masalah muncul ketika tugas yang belum selesai terlalu
banyak. Bukannya meningkatkan fokus, pikiran justru terasa penuh dan
melelahkan.
Cara Memanfaatkan Zeigarnik Effect untuk Belajar Lebih Efektif
Kabar baiknya, efek psikologis ini bisa dimanfaatkan untuk
membuat belajar menjadi lebih efektif. Beberapa strategi berikut sering
digunakan oleh pelajar yang ingin meningkatkan produktivitas belajar.
1. Mulai belajar walau hanya sebentar
Langkah pertama sering kali menjadi bagian tersulit. Namun
begitu sudah memulai, otak akan terdorong untuk menyelesaikan tugas tersebut. Misalnya
membuka buku dan mencoba satu soal terlebih dahulu. Setelah itu biasanya muncul
dorongan untuk melanjutkan.
2. Gunakan teknik belajar bertahap
Belajar tidak harus langsung lama. Cukup mulai dengan sesi
singkat, misalnya 25 sampai 30 menit. Jika sesi belajar dihentikan sebelum
semua materi selesai, otak akan menyimpan “rasa penasaran” yang membuat sesi
berikutnya terasa lebih ringan.
3. Tinggalkan sedikit pekerjaan untuk besok
Cara ini sering digunakan oleh penulis profesional. Mereka
sengaja berhenti menulis saat ide masih mengalir. Akibatnya, keesokan hari
proses memulai kembali menjadi jauh lebih mudah. Teknik yang sama juga bisa
diterapkan saat belajar. Berhenti ketika masih ada satu atau dua soal yang
belum dikerjakan.
4. Pecah tugas besar menjadi bagian kecil
Tugas besar sering membuat kita malas dan justru tidak akan
terselesaikan. Namun ketika dibagi menjadi beberapa bagian kecil, otak lebih
mudah memprosesnya. Misalnya belajar satu bab matematika bisa dibagi menjadi: memahami
konsep, melihat contoh soal, mencoba latihan dasar, dan mengerjakan soal
tingkat lanjut. Dengan cara ini, setiap bagian terasa lebih jelas dan mudah
diselesaikan.
Meski efek psikologis ini bisa membantu meningkatkan fokus
belajar, tetap dibutuhkan strategi belajar yang tepat agar hasilnya maksimal. Banyak
pelajar mengalami kesulitan bukan karena kurang pintar, tetapi karena belum
menemukan metode belajar yang cocok. Materi terasa menumpuk, tugas semakin
banyak, sementara waktu belajar terasa terbatas.
Bersama AIO Privat Semarang, proses belajar bisa menjadi
lebih terarah dan terstruktur. Program bimbingan dirancang untuk membantu siswa
memahami materi secara bertahap, bukan sekadar menghafal.
Dengan pendampingan yang tepat, tugas yang sebelumnya terasa
rumit bisa diselesaikan langkah demi langkah. Rasa bingung berkurang,
kepercayaan diri belajar pun ikut meningkat.
Belajar tidak harus terasa berat. Ketika metode belajar
sesuai dan bimbingan tersedia, proses memahami pelajaran bisa menjadi jauh
lebih menyenangkan.
Konsultasikan kebutuhan belajar bersama kami di Whatsapp 0816853042

0 Komentar untuk "Kenalan dengan Zeigarnik Effect: Alasan Kenapa Kamu Kepikiran Tugas yang Belum Selesai"